PALI Adakan Uji Kompetensi TKS Pertama Di Indonesia

0
219
Jpeg

Sebanyak 5000 Tenaga Kerja Sukarelawa (TKS) di ruang lingkup Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengikuti Uji Kompetensi, hampir seluruh sekolah yang ada di kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Minggu (19/6/2016).

Tes berlangsung dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pukul 07.30 Wib dengan passing grade jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Diploma Satu (D1).

Gelombang kedua, dilaksanakan pukul 10.30 Wib dengan kriteria jenjang pendidikan D2, D3, dan D4. Sedangkan pada gelombang terakhir, dilaksanakan pukul 13.30 dengan jenjang pendidikan Strata Satu (S1) dan S2.

Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten PALI, Robby Kurniawan menuturkan tes dilaksanakan hanya satu hari.

“Tes hanya berlangsung satu hari dan terbagi atas tiga gelombang. Dan itu semua berdasarkan jenjang pendidikan pada saat para TKS mendaftar ulang beberapa waktu yang lalu,” kata Robby saat dibincangi awak media, kemarin.

Menurut Robby, angka ideal Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dibutuhkan oleh Pemkab PALI hanyalah 3500 orang.

“Lagi pula, Pemkab PALI membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten. Bisa maju daerah kalau ditunjang SDM yang kompeten, handal, mampu dan tahu, kebutuhan prioritasnya apa dan merealisasikan kebijakan-kebijakan pimpinan,” ujar Robby.

Terpisah, Bupati PALI Heri Amalindo yang langsung meninjau jalannya tes uji kompetensi menegaskan, uji kompetensi ini bukan untuk menghabisi atau pengurangan TKS secara besar-besaran.

“Kami ingin melihat bagaimana kemampuan TKS yang kami miliki selama ini. Kalau tidak seperti ini, maka kami tidak akan tahu kemampuan mereka (Tks, red),” sambung suami dari Hj. Sri Kustina itu.

Mantan kadin Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Provinsi Sumatera Selatan ini juga menjelaskan bahwa yang paling penting adalah minat dan bakat dari calon TKS itu sendiri.

“Mungkin kita lihat, sehari-harinya dia (tks, red) rajin, baik, namun di kompetensi ini dia kurang, maka tetap akan kita rekrut. Namun, kemampuan manajerialnya akan kita tingkatkan lagi lewat pelatihan. Tapi, kalau dia pintar nilainya 10 tetapi dia tidak ada minat dan kemampuan dalam bekerja maka akan tidak akan maksimal bekerjanya. Oleh karena itu, akan kami kombinasikan antara minat dan kemampuan TKS,” ujar Heri. (mpt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here